Arus kuat gagalkan pengangkatan badan pesawat AirAsia QZ 8501

article featured image

Upaya tim SAR gabungan untuk mengangkat badan pesawat AirAsia QZ 8501 dari perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah, menemui kegagalan lantaran arus kuat di dalam air.

Badan pesawat sepanjang 13 meter yang mencakup kedua sayap itu sebenarnya nyaris bisa diangkat ke permukaan. Para awak kapal Crest Onyx milik SKK Migas pun sudah bersiap memindahkan badan pesawat ke kapal.

Namun, tujuh meter menjelang permukaan, arus kuat dan pinggiran pintu darurat yang tajam membuat tali penyambung putus dan badan pesawat kembali meluncur ke dasar laut.

“Tadi kami memakai sebuah balon udara yang mampu mengangkat beban seberat 10 ton. Tadi terangkat sampai tujuh meter di bawah permukaan air. Namun tali putus karena pintu darurat tajam. Arus di bawah juga kuat, di atas satu knot,” kata Panglima Komando Armada Maritim Barat (Koarmabar), Laksamana Muda TNI Widodo kepada wartawati BBC Indonesia, Alice Budisatrijo.

article featured image

Upaya pengangkatan, imbuh Widodo, akan dilanjutkan besok. “Kalau badan pesawat bisa diangkat, Crezt Onyx akan langsung ke Jakarta dan tiba di Jakarta Senin (26/01).”

Menurut Widodo, tim SAR kini memprioritaskan pengangkatan jenazah yang terperangkap di badan pesawat. Namun, upaya itu terhalang oleh reruntuhan yang memenuhi kabin.

“Banyak kabel dan barang di dalam kabin, kondisinya berbahaya. Para penyelam baru bisa mengupayakan pengangkatan pada hari ketiga penyelaman. Saat bodi pesawat dimiringkan, empat jenazah mengapung. Kami belum tahu persis berapa banyak jenazah yang berada di dalam kabin,” kata Widodo.

article featured image

Sejak penyelam memasuki kabin pesawat di kedalaman 30 meter, sedikitnya delapan jenazah telah ditemukan. Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat 69 jasad yang sudah dievakuasi dari 162 orang di dalam pesawat AirAsia QZ 8501 saat lepas landas dari Bandara Juanda menuju Singapura, 28 Desember 2014 lalu.

Older Post Newer Post

Another articles